Silver Dust

DSCN6382_wm

 

Sistem Klasifikasi

Kingdom/regnum (Kerajaan): Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan Berpembuluh)

Superdivision: Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)

Division/divisio (Divisi): Magnoliophyta (Tumbuhan Berbunga)

Class/classis (Kelas): Magnoliopsida (Tumbuhan Berkeping Dua/Dikotil)

Subclass: Asteridae

Order/ordo (Bangsa): Asterales

Family/familia (Suku): Asteraceae

Genus (Marga): Jacobaea

Species (Jenis): Jacobaea maritima

 

Tumbuhan ini memiliki banyak sinonim, yaitu Senecio cineraria, Senecio maritimus, Othonna maritima, Cineraria maritima, Maritima bicolor, Senecio bicolor, Cineraria gibbosa, Cineraria nebrodensis, dan Cineraria ambigua.

Selain Silver Dust, tumbuhan ini juga dikenal dengan nama Dusty Miller, Silver Ragwort, dan di Indonesia sendiri disebut dengan Putri Salju. Sebenarnya, ada beberapa tumbuhan yang juga disebut dengan Dusty Miller atau Silver Dust, yaitu Centaurea cineraria dan Lychnis coronaria karena mereka sama-sama memiliki daun yang berwarna keperakan.

DSCN6291_wm

Morfologi

Tumbuhan yang kerap dijadikan tanaman hias ini termasuk tumbuhan semak dan tumbuh sepanjang tahun. Tingginya dapat mencapai 1 m dengan tangkai yang kuat serta bercabang banyak dan dilingkupi dengan bulu-bulu halus berwarna abu-abu/perak hingga putih. Daunnya menyirip dengan panjang 5-15 cm dan lebar 3-7 cm, serta dilingkupi pula dengan bulu-bulu halus berwarna abu-abu/perak hingga putih. Bunganya berwarna kuning dengan diameter sekitar 12-15 mm dan bagian tengahnya tersusun atas bunga-bunga kecil yang fertil (berfungsi untuk reproduksi).

DSCN6383_wm

Perbanyakan

Jacobaea maritima ini sangat menyukai tempat yang terkena sinar matahari, tetapi dia cukup toleran di tempat yang bersuhu -12 sampai -15oC serta tempat yang ternaungi. Selain itu, tumbuhan ini juga bisa beradaptasi di berbagai macam tipe tanah, tetapi akan tumbuh subur di tanah liat yang asam atau berpasir.

 

Penyebaran

Silver Dust merupakan tumbuhan yang berasal dari daerah Mediterania bagian barat dan tengah, Afrika bagian utara, dan Eropa bagian selatan. Biasanya tumbuhan ini ditemukan di sekitar tebing atau pesisir berbatu.

 

Sumber:

Internet (USDA, wikipedia, plantcaretoday, gardening)

Buku:

Lestari Garsinia, dkk. 2015. Tanaman Hias Lanskap edisi revisi. Jakarta: Penebar Swadaya.

 

Singapore Photoshoot

Akhirnya, aku berhasil memberanikan diri untuk melakukan solo trip ke Singapura. Sebenarnya sudah lama banget aku ingin ke Singapura. Aku kangen dengan Kebun Rayanya, rindu untuk moto-moto tumbuhannya (terutama si anggrek tercinta). Namun karena masih ada rasa takut, jadinya maju mundur terus untuk pergi ke sana. Dan, berkat stres yang menumpuk (ada baiknya juga ya si stres ini), aku pun bisa memberanikan diri ke Singapura, mengunjungi Singapore Botanical Garden, National Orchid Garden, juga Gardens by the Bay yang keren banget. Jadi, inilah beberapa foto yang membuat stresku hilang. Enjoy ^^

Aku akan memulai dari koleksi foto yang diambil di National Orchid Gardens yang berada di dalam kawasan Singapore Botanical Gardens.

DSCN5588_wm

Pintu masuk National Orchid Garden.

Pertama, Oncidium sp, yang dikenal juga dengan sebutan Dancing-Lady Orchid karena bentuk bunganya yang menyerupai wanita menari.

DSCN5597_wmDSCN5592_wm

Kedua, Rhenanthera sp.

DSCN5600_wm

Ketiga, Vanda sp.

DSCN5605_wm

Keempat, Arundina sp.

DSCN5674_wm

Kelima, Paphiopedilum sp, salah satu genus yang masuk ke dalam subfamili Cypripedioideae atau lebih dikenal dengan Lady Slipper Orchid. Anggrek ini mudah dikenali dari labelumnya yang berbentuk seperti kantong atau slipper (sendal).

DSCN5653_wmDSCN5654_wmDSCN5656_wm

Keenam, anggrek yang belum aku ketahui namanya.

DSCN5658_wmDSCN5666_wm

Sebenarnya masih banyak lagi foto-foto anggreknya, tetapi dari foto-foto yang kuambil, mereka inilah yang paling keren. Dan, foto-foto di bawah ini adalah pemandangan lain di National Orchid Garden, yang sayang kalau tidak dipost.

DSCN5707_wm

Rangkaian anggrek bulan (Phalaenopsis) yang memesona.

DSCN5718_wm

Taman Bromelia.

DSCN5793_wm

Taman di dalam kebun raya yang sering digunakan untuk piknik oleh masyarakat setempat.

DSCN5809_wm

Kumpulan anggrek kalajengking (Arachnis).

DSCN5817_wm

Jalan setapak dengan “gate” yang instagramable banget.

Lihat-lihat koleksi anggrek di Taman Anggrek sudah, sekarang mari kita melihat-lihat ke tanaman-tanaman yang ada di kawasan Gardens by the Bay, yang pastinya tidak kalah kerennya.

DSCN6426_wm

Vanda dengan beragam warna.

DSCN6427_wm

Vanda

DSCN6287_wmDSCN6309_wm

DSCN6328_wm

Viola

DSCN6351_wmDSCN6373_wm

DSCN6402_wm

Fuchsia, si bunga peri.

DSCN6415_wm

Phalaenopsis

DSCN6382_wmDSCN6444_wmDSCN6282_wm

DSCN5836_wm

SuperTree Grove.

DSCN5947_wm

Pemandangan di Flower Dome saat masih sepi.

DSCN6408_wm

Salah satu spot di Flower Dome.

 

Selain tanaman, aku juga punya koleksi foto tupai-tupai lucu dan burung yang kutemukan di Japanese Garden di kawasan Chinese Garden.

DSCN5539_wmDSCN5562_wmDSCN5547_wmDSCN5580_wmDSCN5577_wmDSCN5571_wm

Sekian foto-fotonya… Semoga bermanfaat ^^

Fly Away

fly away

Judul: Fly Away

Pengarang: Kristin Hannah

Penerbit: Pan Book [imprint of Pan Macmillan], 2014

Halaman: 400

Sebuah keluarga kehilangan pegangan mereka akibat ditinggalkan orang terkasih mereka. Keluarga yang penuh cinta kasih ini akhirnya menjadi keluarga yang saling membenci. Rasa kehilangan yang amat sangat itu membuat mereka tidak melihat cinta yang ada di diri mereka terhadap satu sama lain.

Kate Ryan, seorang istri, ibu, dan sahabat, adalah benang penghubung di dalam keluarga kecil itu, juga tempat bernaung bagi sahabatnya, Tully Hart,  yang memiliki masa lalu kelam. Kepergiannya akibat kanker payudara membuat anak perempuannya, Marah, dan Tully Hart jatuh depresi.

Marah Ryan melampiaskan depresinya dengan berkali-kali menyayat pergelangan tangannya serta mengubah penampilannya menjadi gotik: rambut pink, tindik dialis, dan kerap memakai pakaian hitam. Dia kabur dari rumah dan hidup bersama dengan pemakai narkoba, Pax, serta ikut menjadi pemakai.

Tully Hart, yang diamanahkan Kate untuk menjaga keluarganya, merasa gagal menjalankan amanah yang dipinta karena kaburnya Marah dan kebencian Johnny, suami Kate, padanya. Dia juga kehilangan pekerjaan yang telah dirintisnya dari nol. Karena tidak ada tempat berbagi cerita, akhirnya Tully melampiaskan depresinya pada obat penenang dan menjadi kecanduan.

Hingga suatu hari, sebuah kecelakan hebat menimpa Tully Hart dan membuatnya koma. Kecelakaan ini membawa semua orang kembali berkumpul, termasuk Marah. Di saat-saat kritis ini, mereka pun menyadari bahwa sebenarnya mereka saling mencintai satu sama lain, rasa cinta yang selama ini tertutup oleh tirai kesedihan.

Dari buku ini aku belajar kembali betapa setiap orang itu sedang berjuang dengan masalah mereka masing-masing. Saling mendukung satu sama lain, dan tidak melarikan diri dari masalah yang sedang dihadapi adalah langkah yang harus diambil. Karena melarikan diri bukanlah sebuah solusi, malah mungkin akan menambah masalah-masalah baru yang akhirnya dapat membuat kita menyesal nantinya.

 

Jika kita merasa kehilangan atas kepergian seseorang, ingatlah ini: “I’m gone. But I’ll always be with you.” Meskipun dia telah pergi, dia akan tetap ada jika kita selalu mengenangnya.

“Life will go on as it must, hearts will be broken and dreams will be fulfilled and risks will be taken.”

 

Tacca chantrieri

dscn4736-tacca-chantrieri

Sistem Klasifikasi

Kingdom/regnum (Kerajaan): Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan Berpembuluh)

Superdivision: Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)

Division/divisio (Divisi): Magnoliophyta (Tumbuhan Berbunga)

Class/classis (Kelas): Liliopsida (Tumbuhan Berkeping Satu/Monokotil)

Subclass: Liliidae

Order/ordo (Bangsa): Liliales

Family/familia (Suku): Taccaceae

Genus (Marga): Tacca

Species (Jenis): Tacca chantrieri

Tumbuhan ini memiliki banyak sinonim, yaitu Clerodendrum esquirolii, Schizocapsa breviscapa, Schizocapsa itagakii, Tacca esquirolii, Tacca garrettii, Tacca macrantha, Tacca minor, Tacca paxiana, Tacca roxburghii, Tacca vespertilio, dan Tacca wilsonii.

Selain itu, tumbuhan yang di Indonesia dikenal sebagai bunga kelelawar hitam ini memiliki beberapa nama dalam bahasa Inggris, di antaranya Bat Lily, Black Bat Flower, Cats Whiskers, Devil Flower, dan Bat Head Lily.

Morfologi

Tacca chantrieri dikenal karena keunikan dari susunan dan warna bunganya. Tumbuhan menahun (perennial) ini memiliki susunan bunga (perbungaan atau infloresens) seperti kelelawar dan berwarna hitam, sehingga disebut dengan bunga kelelawar hitam. Perbungaannya terdiri dari 4 braktea (daun pelindung) yang sangat lebar sehingga menyerupai sayap, brakteola yang sangat panjang sehingga menyerupai kumis kucing, serta bunga yang lebih kecil dengan 5 petal menyerupai buah beri.

Tacca chantrieri memiliki batang yang panjang dengan daun yang lebar berwarna hijau tua di permukaan atas dan hijau keabu-abuan di permukaan bawah. Daunnya berbentuk oblong hingga oblong-eliptis, dengan panjang mencapai 60 cm dan lebar mencapai 25 cm. Akar rimpangnya (rhizoma) tebal dan bentuknya mendekati silinder.

Penampakan bunga Tacca chantrieri serupa dengan Tacca integrifolia. Perbedaanya ada pada warna bunganya. Tacca integrifolia memiliki bunga yang berwarna putih sehingga disebut bunga kelelawar putih. Selain itu, Tacca integrifolia memiliki tinggi yang lebih besar daripada Tacca chantrieri, yaitu sekitar 4 meter, hampir dua kali lipat dari ukuran bunga kelelawar hitam.

Perbanyakan

Tumbuhan yang ditemukan pertama kali oleh Charles Baron Clarke (ahli botani asal Inggris) ini dapat diperbanyak dengan menggunakan biji atau memisahkan rhizomanya.

Jika menggunakan biji, ambillah biji saat pembungkus biji sudah kering atau biji sudah jatuh. Kemudian, bersihkan biji dari lapisan lengket yang membungkusnya dan keringkan selama beberapa hari. Setelah itu, rendam biji ke dalam air panas atau hangat selama 24 jam (bisa menggunakan termos agar suhu air tidak berubah).

Jika menggunakan rhizoma, saat memisahkannya, pastikan bahwa setiap bagian yang dipisahkan memiliki tunas. Jika ingin diletakkan dalam pot, carilah pot yang berukuran besar, minimal memiliki diameter 15 cm. Dan, usahakan setiap pot hanya terdiri dari satu rhizoma, karena tumbuhan ini tidak suka tumbuh berdesak-desakan.

Penyebaran

Bunga kelelawar hitam merupakan tumbuhan asli daerah tropis Asia Tenggara, seperti Thailand, Malaysia, dan China bagian selatan, khususnya Provinsi Yunnan.

Syarat Tumbuh

Tumbuhan ini dapat tumbuh optimal di tanah yang kering dengan sirkulasi udara yang baik. Namun, pertumbuhannya bisa maksimal jika ditempatkan pada daerah dengan kelembapan tinggi, hangat (tetapi jangan terkena sinar matahari langsung), dan banyak air.

Pemupukan dapat dilakukan selama 2 minggu sekali dengan pupuk cair.

Manfaat

Dalam pengobatan tradisional China, Tacca chantrieri sudah dijadikan sebagai herbal untuk mengobati beragam penyakit. Tumbuhan ini diyakini memiliki zat antiinflamasi yang bagus, sehingga baik untuk mengobati luka bakar, ulkus lambung, dan luka gores. Selain itu, bunga kelelawar hitam juga telah digunakan untuk mengobati hipertensi.

 

Sumber referensi:

Internet (USDA, Reading, plantsrescue, wikipedia)

Buku

William Warren. 2004. Periplus Nature Guides: Handy Pocket Guide to Tropical Flowers. Singapura: Periplus Editions (HK) Ltd.

 

 

Faith and the City

28104735

Judul: Faith and the City

Pengarang: Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Alamhendra

Penerbit: GPU, 2015

Halaman: 228

“Dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Tempat untuk bermegah, berbangga di antara kamu. Semula akan tampak indah seperti tanaman yang tersapu hujan, tapi kemudian mengering hingga kuning kerontang. Dan semua hanyalah kesenangan yang menipu.” QS. Al-Hadid: 20

Kutipan ayat tersebut, yang dapat ditemukan di bagian epilog, menurutku sudah sangat menggambarkan keseluruhan isi buku ini. Karena buku ini mengisahkan pergolakan kehidupan Hanum dan Rangga yang disebabkan atas sebuah kesempatan emas (ataukah, lebih pas disebut ambisi yang egois?) yang dibentangkan di hadapan Hanum.

Berkat usaha Hanum, malam penganugerahan untuk Phillipus Brown berakhir fantastis. Bahkan banyak media yang ingin mewawancarai Phillipus Brown dan Azima Hussein dengan bayaran yang amat menggiurkan. Namun, semua itu ditampik mentah-mentah oleh mereka.

Sayangnya, ada satu pemilik media TV yang tak ingin menyerah untuk “menyeret” kedua orang ternama ini ke studionya dan memberikan wawancara ekslusif demi meningkatkan rating dan saham media miliknya. Dia rela melakukan apa pun, bahkan menjual hati nuraninya sekali pun. Dia adalah Andy Cooper, wartawan serbabisa yang sangat diidolakan Hanum.

Dan, di sanalah Hanum masuk perangkap Cooper. Dengan menyentil sedikit ego Hanum, Cooper berhasil mengaet Hanum untuk bekerja di TV-nya dan melakukan apa yang diperintahkannya.

Merasa apa yang diberikan Cooper adalah sebuah kesempatan emas, apalagi keinginannya yang amat besar untuk dikenal sebagai wartawan andal dan melepas statusnya sebagai wartawan ecek-ecek, Hanum pun menjadi seorang yang amat ambisius sehingga hampir membuatnya kehilanggan Rangga, sahabat dan suaminya yang selalu ada di kala senang maupun sedih.

Beruntungnya, Hanum dan Rangga memiliki sahabat seperti Phillipus Brown dan Azima Hussein. Mereka berhasil membuka mata Hanum, bahwa ambisinya itu dapat menghancurkan hidupnya seperti kehancuran hidup yang telah Mr. Brown dan Mrs. Hussein alami.

Sekali lagi, Hanum berhasil mengubek-ubek emosiku. Buku ini berhasil membuatku mencucurkan air mata, berulang kali. Dia juga berhasil membuatku berpikir kembali akan makna hidup. Bahwa apa yang kita lihat ini adalah semu belaka, yang suatu saat akan menghilang. Hanya Allah dan hari akhirlah yang nyata keberadaannya.

“Dunia adalah kesenangan pun kesedihan yang menipu. Benarkah kita hidup dalam sebuah realitas, atau semua ini hanya ilusi?”

“William Shakespeare pernah mengatakan, dunia hanyalah panggung sandiwara, laki-laki atau perempuan yang kita temui hanyalah para pemain sandiwara yang datang dan pergi dalam panggung kehidupan. Demikian juga sedih, bahagia, dan perasaan lain. Sehingga beruntunglah kita yang tidak sampai terlena dalam peran dunia yang kita mainkan.”

 

 

Arachis pintoi

DSCN8590

Sistem Klasifikasi

Kingdom/regnum (Kerajaan): Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan Berpembuluh)

Superdivision: Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)

Division/divisio (Divisi): Magnoliophyta (Tumbuhan Berbunga)

Class/classis (Kelas): Magnoliopsida (Tumbuhan Berkeping Dua/Dikotil)

Subclass: Rosidae

Order/ordo (Bangsa): Fabales

Family/familia (Suku): Fabaceae* (Polong-polongan)

Genus (Marga): Arachis

Species (Jenis): Arachis pintoi (Menurut Krapovickas & W.C. Gregory—1994)

*Fabaceae dikenal juga sebagai Leguminosae

Arachis pintoi memiliki beberapa nama daerah, di antaranya kacang-kacangan, kacang pintoi, atau kacang hias (Indonesia); pinto peanut (Australia dan Inggris), yellow peanut plant (Inggris); mani forrajero perenne atau mani perenne (Spanyol); amendoim forrageiro (Portugis); dan thua lisong tao (Thailand).

Morfologi

Arachis pintoi merupakan herba tahunan yang tumbuh dengan menjalar. Tangkainya dapat tumbuh sepanjang 50 cm, tergantung dari kondisi lingkungannya. Di setiap tangkainya terdapat dua pasang helai daun yang berbentuk oval dengan lebar sekitar 1,5 cm dan panjang sekitar 3 cm—ukuran daun yang berada di ujung tangkai lebih besar dibandingkan daun yang berada di bawahnya. Bunganya yang berwarna kuning dan berukuran sekitar 2 cm dapat tumbuh terus-menerus sepanjang hidupnya. Jika telah terjadi penyerbukan, ovary (indung telur) akan memanjang—yang disebut dengan gynophore—sampai 27 cm dan masuk ke dalam tanah hingga kedalaman 7 cm, kemudian ovary akan membentuk polong dan biji. Setiap polong biasanya mengandung satu buah biji—tetapi terkadang dua buah biji.

Aracis pinto 2

Daunnya yang berbentuk oval

DSCN8588

Bunga Arachis pintoi

Perbanyakan

Arachis pintoi dapat diperbanyak dengan menggunakan biji, setek batang, dan anakan (stolon). Untuk perbanyakan dengan biji, umumnya membutuhkan waktu sekitar 6 minggu sampai menjadi tanaman baru—khusus di dataran tinggi tropis.

Jika berniat menjadikan tanaman ini sebagai tanaman penutup tanah (groundcover), diperlukan waktu sekitar 2-5 bulan hingga ia menutup seluruh bagian tanah, tergantung kondisi lingkungan dan jarak tanam.

Penyebaran

Arachis pintoi berasal dari benua Amerika Selatan, tepatnya dari negara Brazil. Namun, sekarang tanaman ini sudah menyebar ke berbagai negara, baik di bagian tropis maupun subtropis. Ia juga tumbuh dengan baik di dataran rendah dan dataran tinggi—hingga ketinggian 1.400 mdpl.

Syarat Tumbuh

Arachis pintoi mampu hidup di berbagai kondisi, sehingga tidak membutuhkan perawatan yang rumit jika ingin menanamnya di halaman rumah. Walaupun begitu, ada beberapa kondisi yang perlu diketahui untuk membuatnya tumbuh dengan sangat baik.

Arachis pintoi dapat tumbuh di di tanah yang asam dan kurang subur, tetapi pertumbuhannya akan lebih lambat jika dibandingkan dengan yang tumbuh di tanah subur. Ia pun dapat tumbuh di bawah sinar matahari langsung, tetapi pertumbuhannya akan lebih bagus jika ditanam di bawah naungan (70-80%). Pertumbuhan optimalnya adalah jika ia tumbuh di daerah yang memiliki curah hujan di atas 1.500 mm/tahun, tetapi tetap dapat hidup meski curah hujannya kurang dari 1.000 mm/tahun. Selain itu, tanaman ini cukup kuat sehingga mampu bertahan dalam kekeringan hingga 4 bulan lamanya. Ia juga mampu bertahan jika banjir datang, tetapi tidak dapat tumbuh di tempat yang terus-menerus tergenang air.

Aracis pinto 1

Arachis pintoi yang tumbuh subur

Manfaat

Arachis pintoi memiliki beberapa manfaat, di antaranya:

  • Menghambat pertumbuhan gulma
  • Mencegah terjadinya erosi
  • Membantu untuk mengembalikan kesuburan tanah—karena memiliki kemampuan untuk menambat nitrogen seperti jenis kacang-kacangan lainnya
  • Sebagai makanan ternak
  • Sebagai tanaman penutup tanah (groundcover)

Sebagai informasi tambahan, karena bijinya tumbuh di bawah tanah, Arachis dapat mengundang kehadiran tikus di sekitar rumah.

 

Sumber referensi:

Internet (sinoxnurseryaobbalittanahtropicalforagesjcu)

Buku

Lestari, Garsinia dan Kencana, Ira Puspa. 2015. Tanaman hias Lanskap edisi revisi. Jakarta: Penebar Swadaya.

 

Buperta Ragunan

Kemarin sukses hunting foto tumbuhan di Buperta Ragunan. Tanpa ba-bi-bu, ini aku upload beberapa tumbuhannya. Enjoy ^_^

Ada Bougainvillea a.k.a bunga kertas. FYI, yang warnanya ungu itu bukan bunga aslinya, melainkan daun pelindung (braktea). Nah yang warnanya kuning dengan tangkai ungu itu, baru bunga sebenarnya.

DSCN9627 DSCN9622

Ada akasia (Acacia mangium dan Acacia concurrens)

DSCN9458

Acacia mangium

DSCN9461

Buah Acacia mangium

DSCN9605

Acacia concurrens

DSCN9593

Bunga Acacia concurrens

Ada bunga soka (Ixora sp.)

DSCN9306

Ixora

DSCN9295

Kemiri (Aleurites moluccana)

 

DSCN9352

Thunbergia grandiflora

DSCN9285

Ruellia mini (Ruellia malacosperma)

DSCN9288

Ruellia mini

 

Dan beberapa tumbuhan anonim (belum tau or lupa namanya :D)

DSCN9405

Ini menurutku unik, karena dalam satu pohon ada 2 tipe bangun daun

DSCN9374

Bulu-bulu

DSCN9616 DSCN9478 DSCN9492       DSCN9370   DSCN9497 DSCN9498 DSCN9506 DSCN9363

DSCN9557 DSCN9564 DSCN9568 DSCN9573

Dan, inilah primadonanya…. Jamur tudung pengantin (Phallus indusiatus). Namun, masih belum yakin sih benar ini nama spesienya atau bukan. soalnya yang P. indusiatus itu warnanya putih, bukan oranye seperti yang aku dapat. Katanya sih beda jenis, tapi dicari di om Google, semua merujuk ke P. indusiatus. Nanti coba aku cek lagi lebih teliti.

DSCN9518

Jika di zoom, akan terlihat serangga-serangga kecil yang menempel, yang membantu penyebaran spora jamur ini

DSCN9522

Jaring-jaring

DSCN9521